Retak di area kamar mandi memang sering terjadi. Masalah ini bisa timbul karena faktor acian dan plester, maupun perubahan cuaca yang membuat dinding retak. Jika dibiarkan, kerusakan bisa semakin parah dan membuat ruang lebih lembab.
Retak pada dinding maupun lantai ini bisa kita atasi dengan langkah yang tepat. Tapi sebelum itu, Anda juga perlu tahu beberapa penyebab utamanya yang akan dibahas berikut ini. Jangan biarkan retak merusak terlalu lama!
3 Penyebab Dinding dan Lantai Kamar Mandi Retak
Ada beberapa penyebab utama mengapa dinding dan lantai kamar mandi mengalami kerusakan. Jangan sampai terlewat. Tanda ini mungkin sudah ada di kamar mandi Anda!
-
Instalasi yang Buruk
Anda mungkin pernah melihat retakan kecil muncul di dinding atau lantai kamar mandi, dan bertanya-tanya mengapa masalah ini ada. Salah satu pemicunya adalah instalasi yang dilakukan tanpa ketelitian.
Instalasi yang buruk memang menimbulkan masalah, terutama saat pipa tidak dipasang sejajar, adukan kurang padat, atau sambungan tidak terkunci dengan baik. Tekanan air dan perubahan suhu juga bisa memperparah keadaan.
Dinding dan lantai ini akan menjadi rapuh karena struktur dasarnya tidak kuat sejak awal. Retakan pun muncul sedikit demi sedikit sampai akhirnya terlihat jelas.
-
Kurangnya Perawatan
Kadang Anda baru sadar ada garis tipis di lantai atau dinding kamar mandi setelah rutin dipakai bertahun-tahun. Retakan seperti itu sering muncul karena perawatan yang kurang rutin.
Air yang menggenang dibiarkan terlalu lama bisa meresap ke celah kecil. Nat yang mulai aus akan rusak sehingga air lebih mudah masuk ke bawah permukaan. Kelembapan yang terus menumpuk membuat material jadi melemah.
Jika kondisi ini dibiarkan, tekanan dari aktivitas harian akan memperlebar retakan. Padahal, pengecekan dan pembersihan rutin sebenarnya bisa menahan kerusakan sejak dini.
-
Masalah Kelembapan
Kelembapan yang terlalu tinggi dapat membuat material menyerap air lebih cepat. Lapisan pelindung yang menipis, kemudian tidak lagi bekerja optimal dan muncul retak. Saat air terus menempel, bagian dalam struktur juga mudah rusak.
Nat yang basah berulang kali juga ikut melemahkan permukaan. Retakan kecil yang ada pun kian berkembang dari waktu ke waktu.
Semua faktor di atas bisa menjadi acuan untuk mengantisipasi retak. Dengan begitu, kerusakan tak muncul terlalu parah.
Langkah Atasi Retakan di Kamar Mandi
Tenang saja, masalah retak ini masih bisa diatasi dengan langkah yang tepat. Mulai bersihkan permukaan hingga aplikasi waterproofing, mari simak dan terapkan segera!
-
Bersihkan Cat dari Permukaan
Langkah awal yang bisa Anda lakukan adalah membersihkan cat dari permukaan yang rusak. Lapisan cat yang mengelupas biasanya menutupi celah sehingga perbaikan tidak bisa menempel dengan baik.
Saat cat diangkat perlahan, bagian retak akan terlihat lebih jelas. Anda jadi dapat mengecek kedalaman dan arah retakan dengan lebih mudah. Permukaan yang bersih juga membantu material perbaikan menempel lebih kuat.
Setelah area bebas dari sisa cat dan debu, proses penambalan bisa dilakukan dengan hasil yang lebih rapi dan tahan lama.
-
Perhatikan Area yang Retak
Selanjutnya, pengamatan yang teliti membantu Anda memahami seberapa luas kerusakan yang ada. Retakan yang terlihat sederhana bisa saja punya cabang halus di sekitarnya.
Jika tidak dicek dengan baik, celah itu dapat melebar tanpa disadari. Saat memeriksa permukaan dari berbagai sudut, Anda bisa mengetahui apakah retaknya hanya di lapisan luar atau sudah menembus lebih dalam.
Langkah ini juga penting untuk menentukan metode perbaikan yang tepat. Semakin cepat retakan dikenali, semakin mudah mencegah kerusakan lain yang mungkin terjadi.
-
Aplikasikan Waterproofing Dinding Kamar Mandi

Sumber : Pexels
Waterproofing adalah solusi tepat untuk masalah retak ini. Lapisan akan membantu mencegah air meresap ke material di balik permukaan. Saat cairan pelindung dioleskan merata, bagian yang sebelumnya rentan menjadi lebih kuat.
Kelembapan tidak lagi mudah masuk dan merusak struktur dari dalam. Langkah ini juga membantu memperpanjang usia dinding dan lantai. Risiko retakan baru dapat ditekan secara signifikan.
-
Perhatikan Instalasi Pipa
Mengatasi retak juga berkaitan dengan instalasi pipa. Pipa yang longgar atau bocor dapat membuat air meresap ke balik permukaan dinding maupun lantai. Aliran air yang tidak terlihat ini perlahan melemahkan struktur.
Jika kondisi terus berlanjut, retakan akan melebar. Karena itu, pengecekan pipa menjadi langkah penting sebelum melakukan perbaikan lanjutan.
-
Lakukan Perawatan Berkala
Pengecekan rutin membantu Anda menemukan tanda-tanda awal sebelum masalah bertambah besar. Area nat yang mulai rapuh bisa segera dibersihkan dan diperbaiki.
Genangan air yang sering muncul juga dapat diatasi lebih cepat sehingga tidak meresap ke permukaan. Dengan kebiasaan sederhana seperti ini, kondisi dinding dan lantai tetap baik dan retakan bisa diatasi.
Semua langkah di atas bisa Anda lakukan untuk memperbaiki retakan di area kamar mandi. Retak memang wajar terjadi. Untuk itu, langkah pencegahan dan penanganan yang tepat memang diperlukan.
Lindungi Kamar Mandi dari Retakan bersama Waterproofing Sika!
Melindungi kamar mandi dari retakan kini bisa dilakukan bersama pelapis antibocor Sika. SikaTop-107 Plus salah satu produk yang tepat, dengan daya rekat yang baik, kedap air, mudah digunakan, dan terdiri dari campuran siap pakai.
Produk ini tahan abrasi dan erosi, tidak beracun, fleksibel, tidak menimbulkan retak, serta tidak korosif dan tidak mudah terbakar.
Sika memang memiliki pengalaman 114 tahun dalam menghandle proyek global, seperti Teater Royal Shakespeare di Stratford Upon Avon, UK. Sika juga yang pertama mencetuskan waterproofing semen di Indonesia.
Mengatasi retak kamar mandi dengan SikaTop-107 Plus memang solusi tepat untuk Anda. Lantai dan dinding lebih tahan lembap. Mari pilih semua produk sesuai kebutuhan di laman Sika untuk lindungi bangunan Anda!